Cara Praktis Budidaya Jamur Merang di Rumah

ilustrasi - budidaya jamur merang

Sipendik.com – Pada postingan yang lalu sipendik telah mengulas tentang Trik Sukses Budidaya Jamur Tiram, pada kesempatan kali ini kami akan mengulas tentang Cara Praktis Budidaya Jamur Merang di Rumah. Perbedaan jamur tiram dan jamur merang ialah jamur merang lebih cocok di tanam di daerah dataran rendah dengan suhu udara yang lebih tinggi, sebaliknya dengan jamur tiram cocok ditanam di daerah beriklim sejuk. Selain itu harga per kg jamur merang lebih tinggi dibanding jamur tiram putih dan untuk permintaan pasar masih cukup tinggi.
Jamur merang (Vorvariella volvacea) merupakan satu diantara model jamur yang banyak diupayakan oleh petani di dataran rendah. Jamur merang bisa tumbuh pada media yang terhitung limbah, terlebih limbah pertanian. Tak hanya pada kompos merang, jamur merang pun bisa tumbuh pada media kompos lain. Kandungan protein jamur merang lebih tinggi di banding sayuran lain. Jamur merang memiliki kandungan riboflavin, tiamin, asam nikotin, kalsium serta fosfor yang cukup tinggi, sedang kadungan kalori serta kolesterolnya rendah hingga bisa berperan juga sebagai makanan pelangsing.

Cara Praktis Budidaya Jamur Merang

1. Pembuatan Rumah Untuk Jamur (Kumbung)

Kumbung bisa di buat dari rangka besi serta dinding plastik, rangka bambu dinding serta atap plastik, rangka bambu dinding daun nipah serta atap plastik, maupun bangunan batu permanen. Ukuran kumbung yang ideal yaitu 6 m x 4 m dengan tinggi 2, 5 m. Di dataran medium untuk menjaga suhu kumbung supaya terus panas, dinding kumbung dilapis dengan styrofoam.

Kumbung terbagi dalam dua baris rack bedengan dari kawat atau mungkin bambu dengan rangka besi/ bambu /kayu. Tiap-tiap baris terbagi dalam 3-5 tingkat rack bedengan. Kumbung dilengkapi dengan jendela atau mungkin electric blower untuk aliran udara, lampu (50 foot candle) yang bisa dipindah-pindah atau mungkin dicabut apabila tengah dikerjakan pasteurisasi serta dipasang waktu pembentukan badan buah. Lampu TL daylight (neon) 60 watt sejumlah dua buah serta dua buah pemanas (heater) dipakai untuk melindungi suhu ruang 32oC ±2oC.

2. Fermentasi Untuk Media Tumbuh

Media tumbuh yang dipakai berbentuk kombinasi limbah kapas serta jerami dengan perbandingan 2 : 1 atau mungkin 1 : 1, serta 3-4% kapur pertanian. Bahan ini digabung rata, serta di rendam di air sepanjang 2-3 jam atau mungkin 24 jam, lalu diperas serta ditumpukkan pada ruang dengan dasaran lantai/semen membuat timbunan dengan ukuran 1, 5×1, 5×1, 5 m3. Lalu timbunan ini ditutup dengan selubung plastik serta dilewatkan alami fermentasi sepanjang 2-4 hari.

Jika cuma memakai kompos jerami untuk media tumbuh, jerami itu di rendam serta di beri kapur pertanian 1% serta Urea 1%, lalu difermentasi sepanjang 6 hari. Tiap-tiap hari timbunan jerami mesti di balik. Sebelum saat ditempatkan dalam rak-rak bedengan, kompos jerami ini ditambah dedak 10%, superfosfat 1% serta kapur pertanian 1%. Kompos jerami ini bisa dipakai lewat cara di beri susunan kapas atau mungkin eceng gondok kering yang sudah di rendam serta difermentasi pada saat bikin susunan media tumbuh dalam rak-rak bedengan.

3. Pembuatan Pembangkit Uap

Pembangkit uap bisa dikerjakan dengan memakai 2 buah tangki (200 l) yang disambung dengan pipa bambu serta paralon ke kumbung. Tangki diisi air ditempatkan lewat cara dibaringkan diatas tungku diluar kumbung, lalu disambung dengan pipa bambu (yang menempel pada tangki) serta pipa paralon yang tidak tipis ke kumbung. Didalam kumbung, pipa ini berlubang lubang untuk keluarkan uap air panas yang datang dari air dalam tangki yang dididihkan. Ukuran pipa paralon yaitu 2-3 cm. Pipa paralon ditempatkan diatas lantai kumbung ditengah-tengah ruang, serta tiap-tiap meternya di beri lubang 8 buah untuk keluarkan uap panas.

4. Pengisian Media serta Pasteurisasi

Sesudah fermentasi media sepanjang 2-4 hari, bahan kompos dimasukkan ke bagian rak-rak bedengan setinggi 15-20 cm. Lalu uap panas dimasukkan ke kumbung lewat pipa untuk meraih temperatur 70oC sepanjang 2-4 jam. Sesudah pasteurisasi, biarlah udara-udara segar untuk masuk hingga temperatur turun sampai meraih 30-50oC. Penurunan temperatur menghabiskan waktu  ± 24 jam.

Sesudah temperatur turun jadi 30-35oC, 8-12 jam lalu bedengan dalam rak-rak siap untuk ditanami bibit. Bibit yang dibutuhkan 1-6% dari berat basah media, bergantung pada strain bibit. Bibit yang dipakai telah terlebih dulu dipisahkan hingga tak berbentuk gumpalan lagi. Bibit itu disebarkan pada semua permukaan kompos. Untuk rack bedengan dengan panjang 3 mtr. serta lebar 1 mtr. diperlukan 4-6 botol bibit berkapasitas 500 ml. Sesudah bibit ditempatkan, tutup jendela serta pintu sepanjang 3 hari. Upayakan supaya temperatur dalam ruang dipertahankan untuk berikan peluang miselium tumbuh serta berpenetrasi ke semua kompos media tumbuh. Besar temperatur amat bergantung pada strain jamur yang dipakai. Tetapi biasanya jamur yang ada di Indonesia tumbuh baik pada temperatur 30-35oC. Selubung plastik bisa dipakai untuk menambah temperatur.

Delapan hari sesudah bibit ditempatkan, upayakan supaya sinar masuk ke kumbung untuk mempercepat pembentukan primodia jamur. Selekasnya sesudah primodia terbentuk, aliran hawa fresh amat dibutuhkan untuk mempercepat perubahan badan buah jamur.

5. Pengairan serta penyiraman

Semprotkan air dengan sprayer pada permukaan rack bedengan. Campur Urea pada air yang disemprotkan (2-3 sendok makan Urea dalam 20 liter air), serta penyemprotan dikerjakan apabila bedengan kering.

6. Proses Pemeliharaan

Pemeliharaan yang dibutuhkan yaitu melindungi suhu serta kelembapan. Upayakan suhu dapat meraih 30-35oC, sedang kelembapan sekitar 80-90%. Selainnya jamur-jamur liar, terlebih type Coprinus mesti dibuang.
Save

7. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Pengedalian OPT dikerjakan dengan cara preventif yakni melindungi kebersihan kumbung dengan beberapa langkah sebagai berikut :

  • Hawa masuk serta keluar baiknya tersaring.
  • Pakai keset (foam) yang tiap-tiap hari dibasahi dengan 2% karbol atau mungkin 2% kloroks.
  • Bersihkan kumbung dari kotoran atau mungkin sisa-sisa merang. Sterilisasi dengan penyemprotan larutan formalin 2%.
  • Membersihkan tangan serta kaki dan memakai baju bersih.
  • Jauhi keluar masuk kumbung terus-terusan.
  • Buang kompos atau mungkin bibit yang sudah jatuh ke tanah, kotoran, media tercemar, serta Coprinus dalam kantung tertutup.
  • Petik sesegera barangkali jamur yang payungnya telah berkembang serta letakkan di keranjang yang bersih dan disimpan ditempat tertutup.
  • Cermati kebersihan waktu menyiram, memanen serta bersihkan gulma dari jamur.

8. Panen serta Pascapanen

Jamur pertama tampak kurun waktu 15–25 hari sesudah bibit ditempatkan. Jamur merang tak boleh dibiarkan hingga mencapai ukuran maksimumnya, namun mesti dipanen sebelum atau tepat sesudah selaput sobek. Waktu panen, jamur diangkat serta dipelintir dengan hati-hati hingga jamur yang tumbuh di sampingnya tak rusak. Panen dikerjakan sepanjang 20–30 hari, dengan interval dua hari sekali. Produktivitas jamur dinyatakan dalam nilai BER, yakni persentase keseluruhan produksi pada berat media substrat. Nilai BER jamur merang dapat meraih 29, 54% berarti keseluruhan produksi jamur yaitu 13, 5 kg untuk tiap-tiap 45, 7 kg jerami kering.

Umur simpan jamur merang amat singkat. Langkah untuk perpanjang daya taruh yaitu sebagai berikut :

  1. Dibungkus dengan kain batis (cheese cloth) lalu disimpan dalam refrigerator pada suhu 15°C.
  2. Dikemas dalam styrofoam chest dengan letakkan es pada basic styrofoam.
  3. Dikemas dalam wadah datar yang dialasi daun pisang.
  4. Tak hanya dikonsumsi fresh jamur pun bisa di proses jadi bentuk kering, kalengan, asinan serta pasta.

Itulah Cara Praktis Budidaya Jamur Merang di Rumah, semoga dapat memberikan inspirasi Anda dalam menanam jamur merang. Silahkan tinggalkan komentar jika ada pertanyaan lebih lanjut. Selamat bertanam

Simak juga artikel sipendik yang lain: Cara Praktis dan Mudah Budidaya Bawang Merah dalam Polybag

13
SHARES

Tampilkan Komentar (9)