Panduan Lengkap Budidaya Lada Hasil Panen Berlimpah

budidaya lada

Salah satu komoditas ekspor yang banyak manfaatnya adalah lada. Lada atau merica merupakan tanaman yang mampu tumbuh subur di Indonesia dan banyak digunakan sebagai bumbu atau rempah – rempah, bisa dikatakan hampir semua masakan menggunakan bahan yang satu ini. Meskipun Indonesia merupakan salah satu negara penghasil lada terbesar di dunia, tetapi sebagian besar masyarakat belum mengetahui bentuk pohon lada bahkan belum mengetahui cara menanam lada. Mengingat lada merupakan salah satu rempah yang banyak sekali digunakan dan kebutuhan akan lada semakin meningkat serta harga lada atau merica yang bisa dibilang fantastis hingga mencapai Rp. 115.000  – Rp 170.000 per kg, maka budidaya lada bisa Anda gunakan sebagai ladang bisnis yang menguntungkan. Bagaimana? Tertarik untuk memulai bisnis yang satu ini? Sebelum memulai menanam lada, sebaiknya Anda perlu mengetahui beberapa informasi yang bisa Anda jadikan acuan, berikut penjelasan lengkapnya.

Lada perdu

Lada perdu merupakan jenis tanaman lada hasil rekayasa teknologi. Hal ini diharapkan mampu menekan biaya produksi pada saat proses budidaya yang sebelumnya membutuhkan tiang panjat dengan biaya yang mahal tentunya.

Kelebihan lada perdu

  • tidak membutuhkan lahan luas, bisa menggunakan pot atau polybag
  • dapat dikembangkan untuk tanaman sela ( intercrop ) ataupun tanaman pekarangan
  • tidak membutuhkan tiang panjat
  • mampu berbuah sepanjang tahun
  • biaya produksi lebih murah
  • proses panen lebih mudah karena tidak membutuhkan tangga
  • proses budidaya tidak perlu tindakan agronomik pemangkasan dan pengikat sulur
  • memiliki nilai estetika karena bentuknya yang indah

Kekurangan lada perdu

  • lahan yang digunakan untuk menanam lada perdu tidak boleh terendam air selama 3 jam
  • mudah terserang penyakit pembusukan akar
  • umur relatif lebih pendek
  • harga bibit biasanya lebih mahal jika dibandingkan lada panjat

Cara menanam lada perdu yang baik

lada perdu dapat ditanam di hampir semua kondisi tanah, sehingga tidak ada kriteria tanah khusus untuk menanam tanaman ini. Tetapi untuk hasil yang maksimal sebaiknya Anda menggunakan tanah yang subur dengan kandungan humus 1 – 2.5 meter dengan ketinggian 3.000 – 11.100 mdpl. Untuk memulai menanam lada, perhatikan penjelasan berikut :

  • langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mengolah tanah atau menggemburkan tanah dengan cara dicangkul atau dibajak
  • beri pupuk berupa pupuk kandang atau kompos secukupnya, diamkan selama 2`sampai 3 minggu
  • mulailah untuk membuat gundukan tanah atau guludan dengan tinggi sekitar 0.5 meter dan memanjang sepanjang lahan yang digunakan. Jarak yang`baik antar guludan yaitu 1.5`sampai 2 meter yang berfungsi sebagai parit pengairan. Buatlah jumlah gundukan sesuai dengan luas lahan yang akan Anda tanami. Perhitungan normalnya luas lahan 1 hektar dapat ditanami 4.500 bibit lada, dengan jarak tanam 2 meter.
  • Jika Anda menggunakan polybag, luas lahan 100 meter persegi dapat biberi sekitar 750 polybag.
  • Selanjutnya yaitu pembibitan. Pilihlah bibit lada perdu yang unggul untuk menghasilkan tumbuhan yang baik serta hasil panen yang berlimpah. Ciri – ciri bibit lada yang baik yaitu berasal dari induk yang tidak berhama penyakit dan sehat tentunya, carilah bibit yang berasal dari induk berumur antara 10 bulan sampai 3 tahun, bukan merupakan hasil persilangan atau turunan, usahakan memperoleh bibit dari petani atau kebun bibit yang tepercaya.
  • Lakukan penyortiran bibit lada, bibit lada yang rusak atau mati sebaiknya tidak digunakan
  • Selanjutnya buatlah lubang pada setiap gundukan tanah dengan kedalaman sekitar 50 cm dan lebar 40 cm, jarak antar lubang 2 meter.
  • Beri pupuk kembali berupa kompos atau pupuk kandang pada lubang yang telah Anda buat. Diamkan selama 10 – 15 hari
  • Beri sedikit tanah pada lubang lalu aduk hingga merata dengan pupuk kompos
  • Masukkan bibit lada ke dalam lubang lalu tutup dengan tanah dan padatkan dengan cara menekan – nekan dengan kekuatan sedang di sekitar batang bagian bawah.
  • Siram bibit lada dengan segera

Cara merawat dan memelihara lada perdu

Merawat lada perdu bisa dikatakan sangat mudah, tidak membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak. Pertama kali yang harus dilakukan yaitu  penyiangan berkala setiap 2 – 3 bulan sekali. Lakukan pemangkasan pada bagian dahan, batang, ranting tua, bagian tumbuhan yang sudah tidak produktif, dan terserang hama penyakit.

Setelah lada berumur 3 sampai 4 bulan lakukan pemupukan makro dengan komposisi pupuk sebagai berikut urea : SP36 : KCl = 7 : 3 : 4. Pada umur 4 sampai 5 bulan urea : SP36 : KCl = 7 : 4 : 5. Pada umur 5 sampai 6 bulan urea : SP36 : KCl = 7 : 5 : 6. Pada umur 5 sampai 17 bulan urea : SP36 : KCl = 7 : 6 : 7. Pada saat pemupukan makro beri pupuk POC ( pupuk organik cair ) dengan takaran 4 sampai 5 tutup botol per tangki, lakukan sebulan sekali diantara pemupukan makro.

Pengairan sebaiknya dilakukan saat panas terik, musim kemarau, atau saat tanaman kekeringan. Jangan lupa buat bedahan pada lahan yang digunakan untuk menanam lada agar air tidak menggenang.

Pengontrolan tanaman lada sebaiknya dilakukan setiap hari sehingga jika terjadi indikasi tanaman terserang hama bisa langsung ditangani untuk menghindari gagal panen. Lakukan pengecekan pada bagian batang, buah, dan bunga. Jika terdapat hama pengerek segera hilangkan atau bunuh hama kemudian potong bagian batang, bagian pangkal tandan buah, dan bagian bunga yang terkena hama. Jika hama dalam jumlah banyak maka lakukan penyemprotan dengan pestisida. Selain hama, penyakit pada lada biasanya berasal dari faktor pengolahan lahan yang kurang baik sehingga mengakibatkan batang kuning dan daun busuk. Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya dilakukan pemupukan sebelum tanam lada dan sebelum panen, lakukan penetralan pH, dan beri vitamin tanah serta usahakan menggunakan bahan alami.

Proses panen lada perdu

Pada tahun pertama bunga yang tumbuh dibuang, hal ini bertujuan agar tanaman tumbuh dengan kokoh dan rimbun terlebih dahulu. Setelah itu, bunga mulai dibuahkan dan pemanenan buah dilakukan selang 9 bulan ke atas. Setelah itu pemanenan lada bisa dilakukan rutin setiap 1 minggu sekali. Lada siap dipanen dengan ciri tangkai sedikit menguning dan buahnya berwarna kuning atau merah. Pemanenan lada dilakukan dengan cara memetik pangkal tangkai buah kemudian di pipil.

Lada panjat

Lada panjat merupakan jenis lada yang memiliki sifat dasar memanjat dengan kata lain tumbuhan ini hidup dengan cara merambat sehingga budidayanya menggunakan tiang panjat. Jarak tanam minimal yang biasa digunakan yaitu 2 x 2 meter.

Kelebihan lada panjat

  • Harga bibit lebih murah
  • tidak mudah terserang penyakit akar atau pangkal batang membusuk
  • proses pemupukan dan penyiangan lebih mudah
  • potensi hasil panen lebih tinggi
  • memiliki umur relatif lebih panjang

Kekurangan lada panjat

  • panen pertama biasanya lebih lama yaiu sekitar umur 2.5 tahun
  • membutuhkan tiang panjatan berupa cor beton, kayu mati, atau kayu hidup sehingga biaya produksi menjadi mahal
  • sulit dalam memanen karena harus menggunakan bantuan tangga

Cara menanam dan merawat lada panjat

Lakukan persiapan lahan dengan cara membersihkan lahan dari rumput dan semak belukar, lakukan pengajiran ( langkah lanjutan yang dilakukan saat pembukaan lahan yang akan ditanami tanaman perkebunan atau kehutanan ) dengan jarak 2,5 meter dalam 1 barisan dan 4 meter antar barisan. Jika lahan yang digunakan sangat landai atau memiliki tingkat kemiringan tinggi maka perlu dilakukan penyengkedan dengan mengikuti garis kontur, kemiringan yang optimal yaitu 15 %.

Selanjutnya buatlah lubang untuk ditanami lada berukuran 40 x 40 x 40 cm. Isi lubang dengan pupuk kandang atau kompos, campur dengan tanah bagian atas. Kemudian biarkan selama 2 – 4 minggu. Salah satu lubang berilah tiang panjat berupa panjatan hidup seperti dadap, lamtoro, kalikiria atau bisa juga menggunakan panjatan mati seperti batang bambu, kayu, atau beton.

Setelah itu mulailah menanam bibit lada panjat. Ketika bibit sudah mulai tumbuh tunas baru ikatkan tunas tersebut ke tiang panjat, pengikatan berlangsung hingga batang tanaman lada setinggi 1.5 meter. Selanjutnya batang lada yang utama dibiarkan tumbuh setinggi 0.75 sampai 1 meter. Lakukan pemotongan ujung batang untuk membentuk cabang primer lalu biarkan cabang primer tumbuh hingga 0.5 meter lalu pangkas agar membentuk cabang dasar sekunder yang nantinya akan menghasilkan ranting dan berbunga.

Setelah lada berumur 8 bulan dengan ketinggian sekitar 1 – 1.5 meter, lakukan penggalian lubang secara melingkar di pohon panjatan, jarak lubang dengan panjatan sekitar 20 – 25 cm dengan lebar lubang 0.5 meter dan kedalaman 30 – 40 cm kemudian beri kompos ke dalamnya. Lakukan pemangkasan kembali sampai lada sisa 30 cm di atas permukaan tanah. Setelah itu akan muncul bunga – bunga baru, tetapi bunga yang tumbuh pertama kali ini harus dibuang.

Proses pemeliharaan lada panjat dilakukan dengan menjaga kondisi agar terbebas dari gulma, menjaga saluran atau drainase agar tetap lancar ketika digunakan. Selain itu proses penutupan tanah disekitar tanaman lada usahakan menggunakan mulsa.

Pemupukan pada tahun pertama yaitu dengan 100 gr NPK per pohon atau urea : DS : Potash = 2 : 1 : 1. Pada tahun kedua menggunakan 200 gr NPK per pohon, pemupukan dilakukan 4 bulan sekali. Tahun ketiga 400 gr NPK per pohon dilakukan 6 bulan sekali. Dan untuk tahun – tahun selanjutnya 600 gr NPK per pohon dilakukan saat menjelang pembentukan bunga dan setelah panen.

Proses panen lada panjat

Bunga pertama yang terbentuk pada lada panjat harus dibuang yaitu sekitar umur 1 tahun. Kemudian pada tahun ketiga akan tumbuh bunga kembali, dan bunga ini akan dipelihara untuk menghasilkan buah dan siap untuk dipanen.

Nah itulah tadi informasi mengenai budidaya lada yang sangat mudah dan praktis untuk dicoba di rumah. Dengan informasi tadi Anda bisa lebih mengenal lada perdu dan lada panjat sehingga diharapkan Anda tidak bingung lagi ketika memilih akan menanam lada perdu atau lada panjat.