Rahasia Sukses Budidaya Ikan Lele Hasil Milyaran

budidaya-ikan-lele-compressor

Indonesia merupakan negara yang sangat subur dan memiliki penduduk yang banyak. Seiring berjalannya waktu kebutuhan akan protein hewani semakin meningkat. Protein hewani salah satunya bisa kita peroleh dari ikan lele. Lele merupakan jenis ikan yang hidup di air tawar dan merupakan salah satu jenis ikan yang paling banyak di budidayakan di Indonesia. Jenis lele yang biasa di budidayakan adalah lele lokal, lele dumbo, lele keli, lele sangkuriang, dan lele phiton. Kita ketahui saat ini banyak sekali tempat – tempat makan yang menyajikan olahan berbahan dasar ikan lele. Dengan begitu tentu budidaya ikan lele bisa dijadikan sebagai salah satu usaha atau peluang bisnis untuk meraup untung yang maksimal. Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk memulai bisnis ikan lele? Berikut akan kami ulas secara lengkap mengenai cara ternak lele.

Keunggulan yang dimiliki ikan lele

Sebelum membahas lebih jauh tentang cara budidaya lele, perlu Anda ketahui terlebih dulu apa saja keunggulan – keunggulan lele yang tidak dimiliki oleh ikan lain. Berikut penjelasannya:

  • Lele bisa dipelihara diberbagai tempat

dalam proses pemeliharaan ikan lele dapat diternak di bak, kolam tadah hujan, ternak lele kolam terpal, di sawah ( mina – padi ), di bawah kandang ayam (mina – ayam ), atau keramba.

  • Bisa dipelihara pada kondisi air tergenang maupun minim air

Lele memiliki kemampuan bertahan hidup yang baik meskipun dalam kondisi kekurangan oksigen. Hal ini dikarenakan lele memiliki alat pernafasan tambahan atau biasa disebut arborescent organ. Dengan kelebihan tersebut lele tidak memerlukan pergantian air yang ketat seperti ikan – ikan yang lain. Selain itu lele memiliki tingkat kepadatan yang tinggi di habitatnya, sehingga dalam satu tempat pemeliharaan bisa diisi lele dengan jumlah yang banyak.

  • Bisa menerima berbagai jenis pakan

Lele dikenal dengan sebutan piscivor yang artinya ikan pemakan segala dan sangat rakus. Hal ini sangat menguntungkan bagi petani ikan karena bisa menekan biaya produksi terutama dalam hal pakan.

  • Kebal terhadap serangan penyakit

Lele mampu bertahan hidup saat dipelihara di perairan yang tergenang meskipun biasanya tempat tersebut menjadi sumber penyakit.

  • Saat distribusi dan pemasaran selalu dalam keadaan segar

Lele mampu hidup dalam kondisi kurang oksigen sehingga saat distribusi dan pemasaran selalu dalam keadaan hidup. Oleh karena itu, ikan lele akan terjaga kesegaran dan kualitasnya hingga ke tangan konsumen.

Pembuatan kolam lele

Sebelum memulai untuk membuat kolam, hal yang perlu dipehatikan adalah kondisi lingkungan, tenaga kerja, dan ketersediaan dana. Kolam lele yang biasa digunakan ada beberapa jenis, berikut ini jenis kolam lele yang bisa Anda jadikan pilihan untuk mulai budidaya ikan lele:

  • Kolam semen

Kelebihan jenis kolam yang satu ini mampu menahan tekanan air hingga volume maksimal, bertahan lama, serta mudah dalam perawatan kolam. Tetapi  kolam semen juga memiliki kelemahan, selain membutuhkan biaya banyak jika terjadi keretakan pada kolam maka akan sulit untuk menambalnya.

  • Kolam fiber

Kolam model ini sekarang banyak digunakan oleh petani ikan. Kelebihan dari kolam fiber ini mampu menahan dengan kuat tekanan air, mudah untuk dipindah, bisa dijual ulang, mampu bertahan lama atau awet. Kekurangannya yaitu biayanya lebih mahal dan pergantian air kolam menjadi lebih sering.

  • Kolam terpal

Ternak lele kolam terpal merupakan salah satu pilihan yang memiliki biaya pembuatan murah jika dibandingkan dengan kolam semen dan kolam fiber. Kerangka dari kolam terpal biasanya terbuat dari bambu, kayu atau besi. Untuk menambah kekuatan terhadap tekanan air biasanya kolam terpal dibuat dengan sistem penggalian. Kekurangan dari kolam ini yaitu harus sering mengganti air, sering terjadi kebocoran karena terpal memang rentan terhadap benda – benda tajam, kerangka yang terbuat dari bambu atau kayu harus dilakukan pergantian secara berkala karena lapuk atau terkena rayap.

  • Kolam tanah

Kolam ini juga banyak digunakan oleh pebudidaya ikan karena dinilai lebih murah, serta kaya akan unsur – unsur alami untuk menopang pertumbuhan dan perkembangan lele. Pergantian air dalam kolam kolam tanah sangat jarang dilakukan bahkan air tidak perlu diganti hingga masa panen. Meskipun begitu, kolam tanah juga harus diperhatikan kebersihannya.

  • Keramba atau kolam jaring apung

Keramba biasa digunakan untuk budidaya ikan di danau, rawa, waduk, serta sungai. Tetapi jaring apung juga bisa digunakan di kolam tanah atau empang yang berfungsi untuk mempermudah dalam pengontrolan ikan dan memudahkan saat panen. Jaring apung memiliki kelemahan seperti ikan bisa terlepas jika jaring terdapat kerusakan atau robek.

Sebelum Anda menebar benih lele sebaiknya lakukan pengeringan kolam terlebih dahulu agar mikroorganisme patogen penyebab penyakit bisa mati. Setelah itu lakukan pengisian air, ketinggian air idealnya antara 100 – 120 cm. Ketika sudah terisi air, biarkan kolam selama 1 minggu agar kolam ditumbuhi oleh biota air kemudian bibit lele siap ditebar.

Pemilihan bibit lele

Kesuksesan dalam budidaya lele salah satunya ditentukan oleh kualitas bibit ikan itu sendiri. Maka dari itu, dalam hal pemilihan bibit tidak boleh sembarangan agar hasil yang didapat sesuai dengan yang diharapkan. Ada beberapa ciri dan kriteria lele yang bagus dan berkualitas yang perlu Anda ketahui sebelum membeli bibit. Berikut penjelasan lengkapanya.

  • Belilah bibit lele dari pembudidaya ikan

Untuk mendapatkan bibit yang baik usahakan membeli bibit yang berasal dari indukan berkualitas, Anda dapat memperolehnya melalui balai pembudidayaan bibit ikan yang telah memiliki sertifikasi. Dengan begitu bibit yang akan Anda gunakan sudah terjamin kualitasnya sehingga diharapkan mampu mendatangkan profit yang besar.

  • Amati kondisi fisik dan gerakan benih ikan lele

Benih atau bibit lele yang sehat tentu akan terlihat secara fisik maupun gerak geriknya. Pilihlah bibit yang tidak cacat, memiliki ukuran seimbang antara kepala dengan badannya, tidak terdapat luka pada tubuhnya, warna tubuh cerah dan mengkilap, bergerak lincah, tidak bergerombol pada permukaan di tepi – tepi kolam.

  • Memiliki ukuran tubuh yang sama atau seragam

Anda harus mempertimbangkan keseragaman ukuran bibit lele agar prtumbuhan dan perkembangan lele saat proses pembudidayaan bisa serempak. Selain itu ikan lele memiliki sifat kanibal, jika ukuran ikan tidak seragam dikhawatirkan ikan yang kecil akan dimakan ikan yang besar.

  • Perhatikan riwayat penyakit yang dimiliki

Sebelum membeli bibit lele, tanyakan terlebih dahulu apakah ikannya memiliki riwayat sakit atau tidak dan jangan lupa tanyakan pula bagaimana kronologis serta penanganannya.

Pakan ikan lele

Pakan ikan lele yang bisa diberikan ada 2 macam yaitu pakan buatan ( pakan pabrik ) dan pakan alami. Pakan buatan bisa berupa tepung dan remah untuk benih serta pelet untuk lele dewasa. Pakan yang baik untuk lele minimal mengandung protein sebesar 25 %. Hal ini diharapkan mampu memacu tumbuh kembang lele. Semakin tinggi kandungan protein pada pakan buatan maka harga atau biaya yang dikeluarkan akan semakin mahal. Untuk menyiasati banyaknya biaya produksi terutama dalam hal pakan, disarankan untuk menambah pakan berupa pakan alami seperti bekicot, keong, ikan curah, dan lain sebagainya.

Pemberian pakan dapat dilakukan secara langsung ( ditebar ) atau bisa juga dengan menggunakan alat bantu seperti ember atau kaleng yang bagian bawahnya berbentuk kerucut. Pakan lele sebaiknya diberikan sehari 3 kali yaitu pagi, siang, dan sore hari. Pemberian pakan harus teratur agar ikan terbiasa dengan waktu makannya.

Jumlah pakan yang diberikan tergantung dari umur dan ukuran ikan. Umumnya jumlah atau porsi pakan yang diberikan yaitu 15 – 30 % per berat total ikan dalam kolam.

Cara merawat ikan lele berdasar tingkatan umur

Meskipun lele mampu bertahan hidup dalam kondisi apapun tetapi dalam hal perawatannya nampaknya bisa dibilang gampang gampang susah khususnya pada  saat masih benih atau bibit. Perawatan lele secara intensif dimaksudkan untuk mendapatan hasil panen yang berlimpah dengan kualitas ikan lele yang baik. Berikut  cara perawatan lele yang baik berdasarkan tingkatan umur:

  • Lele usia 1 – 4 hari

Anda perlu berhati – hati dalam proses perawatan khususnya pada umur ini karena rentan akan kematian. Hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas air dan suhu air harus terjaga agar bibit ikan tetap hidup.

  • Lele umur 5 – 15 hari

Untuk memenuhi kebutuhan makanannya Anda bisa menggunakan cacing darah atau cacing sutra, serta bisa juga menggunakan tepung atau remah pakan pabrikan. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari. Kondisi air juga harus dipantau, jika sudah terlihat kotor maka segera ganti dengan air yang baru.

  • Lele umur 15 – 25 hari

Lele pada umur ini sudah bisa diberi pakan berupa pelet yang berukuran kecil atau bisa juga yang masih serbuk. Pakan diberikan sebanyak 3 kali sehari yaitu pagi, siang, dan sore hari.

  • Lele umur 25 – 35 hari

Lele sudah bisa diberi pelet dengan ukuan besar dan diberikan 3 kali sehari. Lakukan penyortiran lele besar dan kecil kemudian pisahkan ke kolam yang lain untuk menghindari kepadatan kolam serta mencegah kanibalisme pada lele.

  • Lele umur 30 – 45 hari

Umur ini sudah masuk masa panen. Lele diberi pakan berupa pelet yang berukuran besar. Saat panen lakukan seleksi atau penyortiran kembali antara ikan besar dan kecil. Sebaiknya penyortiran dilakukan pada pagi hari atau sore hari untuk menghindari stres pada ikan lele.

Itulah ta­­­­­­­­di beberapa tips dan kiat sukses budidaya ikan lele yang bisa Anda praktekan. Sangat mudah bukan? Selamat mencoba dan selamat memulai usaha budidaya lele.